Analisis Menggunakan Japanese Candlesticks
Sejarah grafik berbentuk candlestick sudah dimulai ratusan tahun yang lalu di Jepang. Candlestick digunakan para pedagang konvensional di Jepang untuk mengamati dan menganalisis pergerakan harga beras di pasar. Kemudian metode ini dibawa dari Jepang dan diperkenalkan oleh Steve Nison, akhirnya menjadi populer di kalangan para pedagang spekulatif, mulai dari saham hingga forex. Cara terbaik untuk menjelaskan candlestick adalah dengan menggunakan gambar berikut ini :
Candle merupakan gambaran pergerakan harga yang dapat digunakan untuk timeframe (kerangka waktu) berapa pun. Candle terbentuk dari harga open, high, low dan close pada periode waktu yang dipilih. Jika close di atas open, maka candle berongga (biasanya ditampilkan berwarna putih atau hijau). Jika close di bawah open, maka candle terisi (biasanya ditampilkan berwarna hitam atau merah). Bagian yang kosong atau isi dari candle disebut real body atau badan. Garis tipis menyodok atas dan di bawah badan candle disebut shadow. Bagian atas shadow atas adalah high. Bagian bawah shadow yang lebih rendah adalah low.
Mengenal Pola Dasar Candlestick
1. Spinning Top
Candle dengan panjang shadow atas dan shadow bawah sama, hampir sama, dan tubuh candle kecil disebut spinning top. Warna tubuh tidak terlalu penting. Pola ini menunjukkan adanya keraguan antara buyer dan seller.
Tubuh yang kecil (apakah kosong atau isi) menunjukkan gerakan kecil dari harga open ke close, dan shadow menunjukkan bahwa buyer dan seller berjuang tapi tidak ada yang menang. Jika bentuk spinning top terjadi selama uptrend, ini biasanya berarti tidak banyak buyer yang tersisa dan kemungkinan pembalikan arah dapat terjadi. Jika bentuk spinning top terjadi selama downtrend, hal ini biasanya berarti tidak banyak seller yang tersisa dan kemungkinan pembalikan arah dapat terjadi.
2. Marubozu
Marubozu dalam arti sebenarnya adalah tidak ada shadow dari tubuh, baik itu marubozu putih maupun marubozu hitam.
Untuk marubozu putih, merupakan candle sangat bullish karena buyer yang memegang kendali seluruh sesi pasar dalam periode tersebut. Ini biasanya mengindikasikan bullish trend akan berlanjut. Sebaliknya, marubozu hitam merupakan candle sangat bearish yang menunjukkan seller mengendalikan harga seluruh sesi pasar dalam periode tersebut. Biasanya mengindikasikan bearish trend akan berlanjut.
3. Doji
Candle doji memiliki harga open dan close yang sama atau setidaknya badan candle sangat kecil. Candle doji menunjukkan keragu-raguan atau perjuangan untuk posisi antara buyer dan seller. Harga bergerak di atas dan di bawah harga selama sesi, tetapi penutupan harga sama atau sangat dekat dengan harga pembukaan. Baik buyer maupun seller memiliki kekuatan yang sama dan hasilnya adalah seri. Namun kecenderungannya, candle doji mengindikasikan akan terjadi pembalikan trend.
Berdasarkan empat bentuk candle doji, ada empat jenis, yaitu long-legged, dragonfly, gravestone, dan four price.



Posting Komentar untuk "Analisis Menggunakan Japanese Candlesticks"